Kebangkitan: Transformasi Hidup

Pada hari Minggu, 29 Maret 2020, tepatnya pada Minggu Prapaskah V, RP. Francesco R. Zai OFMCap menyampaikan khotbah melalui video yang diunggah di youtube. Tujuannya adalah agar semua umat bisa merenungkan Injil pada hari ini. Teks khotbahnya juga turut dimuat di bawah ini.

SABDA SANG KHALIK

Minggu, 29 Maret 2020
Pekan Prapaskah V Tahun A/II
Warna Liturgi: Ungu

BACAAN:

Yeh. 37:12-14; Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8; Rm. 8:8-11; Yoh. 11:1-45 atau Yoh. 11:3-7,17,20-27,33b-45

HOMILI:

Injil hari ini mengisahkan peristiwa tatkala Yesus membangkitkan Lazarus yang telah mati. Peristiwa pembangkitan Lazarus oleh Yesus, mengajak kita untuk merefleksikan kebangkitan. Ketika kita berbicara tentang kebangkitan, kita tergoda untuk memaknainya sebagai suatu peristiwa yang akan terjadi sesudah kematian. Anggapan kita itu terwakili dalam pernyataan Marta ketika Yesus berkata kepadanya: “Saudaramu akan hidup”. Marta menjawab: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman”. Marta menggunakan istilah: “Pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman”. Artinya, “nanti” pada akhir zaman, “bukan sekarang”.

Namun Yesus menyadarkan Marta bahwa kebangkitan itu bukanlah peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, melainkan kini telah nyata dan hadir di dalam diri Yesus sendiri. Karena itulah Yesus berkata kepada Marta: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.”

Seketika itu, terjadi perubahan di dalam diri Marta. Imannya kepada Tuhan mengubah hidupnya, mengubah pandangannya, sehingga ia pun berkata: “Ya Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah”. Martha percaya bahwa kematian fisik bukanlah akhir. Sebaliknya, kematian fisik memberi jalan kepada kehidupan kekal, karena baginya, Yesus Kristus adalah Tuhan kehidupan.

Peristiwa kebangkitan Lazarus sesungguhnya menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang memberikan kehidupan abadi bagi manusia. Dalam konteks inilah kebangkitan dimengerti sebagai hidup baru yang diperoleh melalui kepercayaan dan iman akan Kristus. Iman dan kepercayaan kepada Tuhan menuntut perubahan hidup, perubahan cara pandang dan perubahan tingkah laku.

Sekarang ini kita sedang berada dalam masa Prapaskah. Pada masa Prapaskah ini, seluruh budi dan hati kita tertuju untuk mempersiapkan diri merayakan Paskah, yakni kebangkitan. Namun perlu diingat bahwa kebangkitan selalu mengandaikan adanya transformasi hidup, menuntut pembaharuan hidup.

Bila selama ini kita sering menunjukkan sikap murung dan bahkan putus asa dalam menghadapi penderitaan dan tantangan hidup, maka mulai sekarang kita mesti melakukan transformasi dengan hidup lebih gembira, lebih optimis, pantang menyerah serta lebih militan dalam menghadapi segala situasi hidup.

Bila pada masa lalu kita pernah mengalami kegagalan, kita jangan berkata: “ Yah, tidak ada lagi yang bisa kulakukan” atau “Biarlah, semua sudah terlambat”. Kalimat keputusasaan seperti itu membuat kita akan tetap berada dalam kegagalan, tidak memberikan perubahan apapun, tidak mengeluarkan kita dari kegelapan kuburan.

Perubahan hanya bisa terjadi bila orang tidak menyerah pada situasi sulit yang dihadapi, selalu mencari solusi atas persoalan yang dihadapi, selalu berpengharapan bahwa setiap usaha yang dilakukan dan setiap langkah yang diayunkan pasti menghantar pada keberhasilan. Dalam konteks inilah harus dimengerti bahwa jalan salib (perjuangan hidup) merupakan syarat mutlak bagi paskah, bagi kebangkitan.

Semoga permenungan kita ini mendorong kita untuk melakukan perubahan hidup, perubahan cara pandang dan perubahan tingkah laku. – Tuhan senantiasa menyertai dan menaungi kita dengan berkat-Nya. Amin. (RP. Francesco R. Zai OFMCap)

2 komentar pada “Kebangkitan: Transformasi Hidup

  • 29 Maret 2020 pada 18:31
    Permalink

    Tks renungannya Romo.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)