Keselamatan bagi yang Percaya, Penghakiman bagi yang Bebal

Yer 2:1-3.7-8.12-13, Mat 13:10-17

Setelah Yesus memberikan perumpamaan tentang penabur, para murid bertanya kepada-Nya mengapa Ia berbicara dalam perumpamaan?

Perumpamaan adalah bentuk pengajaran yang umum dalam Yudaisme. Yesus telah menggunakan banyak analogi grafis menggunakan hal-hal umum yang akan akrab bagi semua orang (benih, pelita, garam, roti, domba, dll.) Hal ini sebagai sarana untuk menggambarkan kebenaran ilahi yang mendalam.

Dalam pelayanan Yesus, ketika Dia berbicara dalam perumpamaan, Dia menjelaskannya hanya kepada murid-murid-Nya. Tetapi mereka yang terus-menerus menolak-Nya dibiarkan dalam kebutaan rohani mereka untuk bertanya-tanya tentang makna-Nya. Dia membuat perbedaan yang jelas antara mereka yang telah diberikan “telinga untuk mendengar” dan mereka yang bertahan dalam ketidakpercayaan – pernah mendengar, tetapi tidak pernah benar-benar memahami dan “selalu belajar tetapi tidak pernah mampu mengakui kebenaran” (2 Tim 3: 7).

Para murid telah diberikan karunia penegasan rohani yang dengannya hal-hal roh diperjelas bagi mereka. Karena mereka menerima kebenaran dari Yesus, mereka diberi semakin banyak kebenaran. Hal yang sama berlaku hari ini dari orang-orang percaya yang telah diberikan karunia Roh Kudus yang menuntun kita ke dalam semua kebenaran (Yoh 16:13). Dia telah membuka mata kita pada terang kebenaran dan telinga kita pada kata-kata manis kehidupan kekal. Sedangkan mereka yang keras hati, bebal dan tak mau tahu akan kehadiran keselamatan itu, mereka akan dibutakan penghakiman Allah.

Kabar keselamatan apa yang bisa kita petik dari sabda Tuhan hari ini. Kepada kita pengikut Kristus telah diberi rahmat untuk melihat, mendengar dan mengerti Kerajaan Allah dalam diri Yesus Kristus. Sehingga dengan itu mari kita pergunakan indera yang kita miliki untuk semakin menyadari dan pada akhirnya mampu mengamalkan kehendak ALlah dalam perjalanan hidup kita.

Allah telah mewahyukan diri-Nya dalam diri Yesus Kristus. Pengajaran yang disampaikan oleh Yesus menghantarkan kita untuk percaya dan semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Kiranya ilmu pengathuan yang kita miliki menghantarkan kita untuk semakin dekat pada-Nya bukan sebaliknya membuat kita semakin tinggi hati dan sombong akan kemampuan yang kita miliki hingga kita pun beralih dan menjauh dari-Nya. “Mereka meninggalkan Daku, sumber air yang hidup, dan menggali sendiri kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air”.

Yesus senantiasa datang dan mengundang kita untuk dekat pada-Nya. Semoga undangannya hari ini lewat ajaran-Nya memampukan kita untuk semakin mengerti kehendak-Nya seperti meluangkan waktu sejenak bersyukur kepada-Nya di tengah kesibukan dan membaca Sabda-Nya.

Diakon Rico Tamsil Simbolon,OFMCap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)