KUNCI KERAJAAN SURGA UNTUK PETRUS: APA ITU ? DI MANA ITU?

Pesta Tahta  St. Petrus Rasul 22 Februari 2022

Seorang guru Sekolah Minggu yang kreatif, bertanya kepada murid-muridnya: Anak-anak, sebutkan siapa-siapa yang  amat berpengaruh dalam hidupmu? Murid-murid terdiam, entah kurang mengerti?  Si guru mencoba memperjelas, yang memperhatikan hidupmu, kepentinganmu, kebutuhanmu, yang mengajari kamu, mengatakan ini perlu, buat begini, yang begini jangan lakukan dst… Baru murid mulai berlomba menjawab, orang tua, mama-papa… Bagus, siapa lagi selain orang tua? Kakak guru sekolah minggu. Bagus siapa-siapa lagi? Guru-guru sekolah. Siapa lagi ? Murid terdiam lagi. Guru memfasilitasi: yang mengawaskan virus corona ke masyarakat… Baru dijawab: pak Lurah..Camat… Bagus!

Si guru menyimpulkan: Jadi yang amat berjasa untuk kita dan amat kita butuhkan peranannya: orang tua kita, guru-guru sekolah untuk pendidikan kita, guru sekolah Minggu dari Stasi kita, pihak Gereja, lurah-camat, pihak Pemerintah. Pihak-pihak yang dibutuhkan dan perlu ini punya kuasa, otoritas, wewenang yang amat perlu dan manusiawi untuk hidup, perawatan hidup, perkembangan hidup menuju kepenuhannya.

Untuk kuasa di dalam Gereja, lain dari kuasa-kuasa lain yang manusiawi. Ini kuasa Ilahi, berasal dari Jesus sendiri. Berdasar pada iman yang benar dan kuat Petrus akan Jesus sendiri yang mengatakan: ‘ Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Dan Gereja didirikan Jesus. Petrus diserahi kuasa untuk memimpinnya: “ Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (GerejaKu)”. Karena kuasa Petrus dan para penggantinya: Linus, Cletus, Clemens, terus berturut turut…tak putus sampai sekarang Paus Fransiskus, berasal dari Kristus sendiri, maka disebut kuasa Paus situ infallibilis (tak bisa sesat).

Tak bisa sesat? Ya. Kuasa dari Jesus ini adalah kuasa rohani, kuasa spiritual yang mengajar, membimbing orang dalam Kerajaan Surga, jadi tak bisa sesat bekaitan dengan iman dan moralitas – bagaimana orang hidup sesuai dengan iman itu, apa-apa yang tak cocok dan bertentangan dengannya. Kuasa mengajar ini diwujudnyatakan dalam Gereja, dengan menyampaikan sakramen-sakaramen, jalan kita bertemu dengan Tuhan dan mengalami rahmat anugerahNya, menghidupi iman, harapan dan kasih – dalam segala praktek hidup. Inilah Gereja, inilah Kunci Kerajaan Allah. Iman Petrus untuk ini, kata Jesus, “ Berbahagialah engkau Petrus…sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu melainkan BapaKu Yang ada di surga. So…iman kita yang menerima ini, sama dengan iman Petrus, sungguh anugerah Tuhan. Bukan dari manusia.

Saudara-saudara Kristen lain tak menerima ini, kita hormati saja. Bahkan ada yang sinis, mengejek, malah kedengaran di Medsos, Paus sesat, tidak Kristen…tenang saja kita, sama sekali ia tak paham sejarah asal -muasalnya, apalagi tak mengimaninya, sumber Kitab Suci, jadi anggap saja ‘keseleo lidah’ dia. Tak paham, ibarat seorang wakil yang baik dan terpercaya sungguh membawakan visi, misi yang menugaskannya. Seorang baby sitter yang amat dipercayai untuk menjaga, merawat bayi, sungguh melaksanakan tugas sebaik mungkin sesuai keinginan/kehendak ibu bayi yang mencintainya. Demikian Petrus, dan para pemimpin Gereja Kristus.  Cara istimewa mereka dibimbing kuasa Jesus, dibimbing Roh Kudus. Takkan pernah goncang atau kalah oleh kuasa setan apapun.  Untuk itu ‘Ecclesia semper reformanda’ – Gereja hidup, dinamis, tak statis, tetap diperbaharui, lihat contoh kecil, cara Perayaan Ekaristi thn 2020.

Pada pesta Takhta St. Petrus ini, kita syukuri anugerah kuasa Jesus untuk Petrus, takhta Petrus, ex cathedra, kita rayakan dan bangga akan kesatuan kita. Paus, para pemimpin Gereja tetap manusia lemah, Kita doakan setiap Missa Paus, Uskup setempat. Seorang muda mengatakan: I am proud to be a Catholic. Ya, kita semua bangga.

(RP. ANSELMUS MAHULAE,OFMCAP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)