“Maaf, karena telah melukaimu”

Para rabi berkata bahwa tiga kali pengampunan sudah cukup. Petrus mengusulkan kemurahan hati, dan karenanya menyarankan sebanyak tujuh. Tetapi Yesus dengan tegas mengatakan “Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

Tujuh puluh adalah angka yang, pada intinya, adalah angka tujuh kali angka sepuluh. Angka tujuh puluh (70) terdiri dari dua angka – tujuh, mewakili kesempurnaan dan sepuluh mewakili kelengkapan dan hukum Allah.

Angka “70” berhubungan dengan perhitungan batas maksimal umur manusia, kalau Tuhan memberikan kekuatan hingga lebih dari yang ditentukan, itu adalah sebagai anugrah dari Tuhan.

Demikian ini ditegaskan bahwa pengampunan itu adalah ajaran kasih Allah yang sempurna dan semestinya dilakukan selama masih hidup.

Dengan mengatakan kita harus mengampuni mereka yang berdosa terhadap kita tujuh puluh kali tujuh kali, Yesus tidak membatasi pengampunan sampai 490 kali, melainkan pengampunan diberi selama ia masih hidup, dalam arti tidak terbatas sebanyak berapa kali. Tidak ada batasan nominalnya.

Apakah mudah? Hahhahha…Berat dan tentu sangat berat. Tapi inilah perjuangan, cerita dan cita kita sebagai Kristiani. Semoga kita diberi kemampuan untuk menawarkan pengampunan bagi mereka yang bersalah pada kita.

Dengan meminta maaf orang tidak akan tinggi ataupun rendah, dan orang yang memaafkan hatinya pasti sungguh mulia.

Oleh : Diakon Rico Tamsil Simbolon,OFMCap

One thought on ““Maaf, karena telah melukaimu”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)