Mengerjakan Pekerjaan Tuhan

SABDA SANG KHALIK

Minggu, 22 Maret 2020
Minggu Prapaska IV Tahun A/II
Warna Liturgi: Ungu

BACAAN:

1Sam. 16:1b,6-7,10-13a; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Ef. 5:8-14; Yoh. 9:1-41 atau Yoh. 9:1,6-9,13-17,34-38.

INSPIRASI:

 

1. Pembuka

Pemerintah Indonesia dua minggu belakangan ini benar-benar disibukkan oleh merebaknya virus Corona 19. Pemerintah menyadari semakin banyaknya korban virus ini. Pemerintah menyiapkan rumah sakit-rumah sakit tanggap darurat korban Corona 19. Banyak waktu, tenaga medis dan biaya digelontorkan untuk menghadari virus itu. Pemerintah pun membuat kebijakan lockdown dan sosial distancing serta mempublikasikan protokol untuk memutus rantai penularan virus tersebut. Masyarakat diminta untuk tinggal di rumah selama 14 hari dan menjauhkan diri dari kerumunan-kerumunan, meliburkan sekolah, dsb. Pimpinan-pimpinan agama pun meniadakan perkumpulan-perkumpulan umat selama 14 hari. Semua itu dilakukan pemerintah dan pimpinan Gereja karena mereka peduli dengan kehidupan masyarakatnya. Sayang, masyarakat sendiri banyak yang tidak patuh dan mendengarkan perintah dan anjuran pemerintah serta pimpinan-pimpinan Gereja. Pemerintah dan para pimpinan Gereja dalam hal ini mengerjakan pekerjaan Tuhan, tetapi masyarakatnya kurang.

2. Isi

Sabda Tuhan pada hari Minggu Prapaska IV ini cocok menjadi permenungan kita terkait dengan perkembangan situasi bersama kita dua minggu belakangan ini.

Bacaan Pertama: 1 Sam 16:1b.6-7.10-13a
Bacaan pertama menuturkan bagaimana Daud diurapi menjadi raja Israel karena pilihan Tuhan. Tuhan melihat hati bukan perawakan. Itu berarti bahwa Daud dipilih Tuhan karena kemurnian hati dan ketulusannya. Memilih seseorang sebaiknya memang bukan pertama-tama hanya karena melihat perawakan yang sering menipu, tapi melihat hati, melihat watak dan kepribadian seseorang. Perawakan tidak membawa pengaruh apa pun pada fungsi kepemimpinan dan pelayanan, tetapi hati dan watak, itulah yang menjadi pendukung utama bagi tugas dan peran sebagai pemimpin dan pelayan. Orang yang peduli, tanggap, proaktif, memiliki compassion, ramah, disiplin, itulah yang diperlukan dalam suatu kepemimpinan dan pelayanan. Yang memiliki ‘hati’lah yang mampu mengerjakan pekerjaan Tuhan.

Bacaan Kedua: Ef 5: 8-14
Bacaan kedua dari surat kepada orang Kristen di Efesus, dalam surat itu Rasul Paulus menyapa umat Kristen di kota Efesus dan mengajak mereka untuk lebih menghayati iman mereka dengan hidup sebagai anak-anak terang karena iman kepada Yesus Kristus. Terang itu membuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Rasul Paulus menganjurkan untuk menghayati terang itu. Dengannya kegelapan ditelanjangi, dicahayai. Yang tidur karena tetap tinggal dalam kegelapan hendaknya bangkit agar Kristus bercahaya atasnya. Pengikut Kristus mesti menjadi anak-anak terang, dan hal itu dinyatakan saat mereka mau menaati anjuran dan perintah dari pemerintah serta pimpinan Gereja demi memutus rantai penularan virus Corona 19.

Injil: Yoh 9:1-41
Bacaan ketiga pada Minggu Prapaska IV adalah dari Injil Yohanes. Perikop yang dibacakan bertutur mengenai Yesus Kristus yang menyembuhkan seorang buta sejak lahir. Hal itu dilakukan oleh Yesus Kristus karena kepedulian dan belaskasihNya terhadap orang kecil dan sakit itu. Yesus mengutamakan kehidupan dan kemanusiaan daripada menaati aturan Sabat yang melarang melakukan sekalipun itu pekerjaan baik pada hari Tuhan. Ternyata melakukan pekerjaan baik itu atau kepedulian itu lebih sesuai dengan kehendak Tuhan. Akan tetapi hal itu menimbulkan skandal di kalangan orang-orang Farisi. Orang-orang Farisi keberatan. Kepada para muridNya, Yesus berpesan agar tidak mempersoalkan siapa yang salah terkait dengan orang buta itu, tetapi mencari upaya bagaimana membantu dan melepaskannya dari persoalan itu. Yesus berpesan agar mereka mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutusNya, yakni Allah yang Mahakuasa.

Ajaran sabda Tuhan yang kita dengar pada hari Minggu ini kiranya hendak menyampaikan pesan-pesan ini kepada kita, yakni:

  1. Mengerjakan pekerjaan Tuhan: yakni kepedulian, compassion, empati, melakukan kebaikan, keadilan dan kebenaran, save the the life and the poor. Ini adalah pekerjaan-pekerjaan terang, yang dapat kita lakukan jika menyatukan diri dengan Sang Terang sendiri. Panggilan kita sebagai pengikut Kristus adalah mengerjakan pekerjaan Tuhan.
  2. Menghindari sikap seperti orang-orang Farisi, yang lebih suka mempersalahkan, menghakimi, fokus pada problem bukan solusi, lebih suka tinggal dalam kegelapan karena seringkali keberatan dengan orang yang melakukan kebaikan melebihi dirinya.
  3. Melihat hati daripada perawakan dalam menentukan pilihan terhadap seseorang yang akan melakukan suatu tugas kepemimpinan dan pelayanan. Ini juga menuntun kita untuk melihat dan menata hati kita sendiri agar lebih cocok dengan kehendak Tuhan.

C. Penutup
Umat Allah yang terkasih, walau dalam dua minggu ini kita dianjurkan untuk meniadakan peribadatan-peribadatan serta tinggal di rumah untuk menghindari penularan virus Corona 19, dan rasanya kita seperti dipenjara, kita hendaknya tetap berpegang teguh pada ajaran Tuhan yakni mengerjakan pekerjaan Tuhan. Mari kita berupaya melakukan hal itu dalam keterisolasian ini dengan banyak berdoa dan menjaga diri kita agar tidak tertular dan menularkan virus Corona 19 ini. Waspada itu jauh lebih bijaksana dan merupakan pekerjaan Tuhan. Amin. (Minggu, 22 Maret 2020, P. Fiorentius Sipayung, OFMCap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)